BUDIDAYA SEMUT KROTO TANPA RATU

Posted by Faizal Jatmiko 13 komentar

Belakangan ini, banyak yang berpendapat bahwa budidaya semut rangrang tanpa ratu tidak dapat menghasilkan. Banyak yang menganggap yang dapat bertelur dan menghasilkan kroto adalah ratu saja. Kami akan menerangkan anggota-anggota koloni semut rangrang berdasarkan riset kami. 

Ratu : pemimpin koloni, menghasilkan telur kroto

Calon ratu : bakalan ratu, tidak menghasilkan telur kroto

Semut pekerja: Bertugas mencari makanan, menghasilkan telur kroto

Semut prajurit: bertugas menjaga sarang, menghasilkan telur kroto

Semut perawat kroto/mandul : bertugas merawat kroto, tidak menghasilkan telur kroto

Jadi, keterangan di atas menyatakan tidak hanya ratu saja yang dapat menghasilkan kroto, tetapi semut pekerja dan semut prajurit juga bisa menghasilkan kroto. Perbedaannya adalah memang ratu adalah penyumbang terbesar dalam produksi kroto, semut pekerja dan prajurit kesannya hanya membantu menambah hasil produksi kroto. Kami sudah mencoba membudidaya semut rangrang tanpa ratu dan hasilnya lumayan. Syarat utama untuk budidaya semut rangrang tanpa ratu adalah mempunyai banyak semut pekerja dan pengawal, disamping itu ketersediaan makanannya juga harus terjamin dan wajib mengandung protein tinggi. 

Hasil yang kami dapatkan untuk budidaya ini adalah dapat menghasilkan 2 sampai 3 sendok/ satu minggu untuk ukuran toples bekas kue.

Jika kita hitung hasilnya : contoh toples kita hanya mengahasilkan 2 sendok/minggu.

2 sendok x 4 minggu = 8 sendok

Harga eceran di tampat kami adalah Rp 2000,00/sendok. 

Jadi hasil yang didapatkan adalah : 

8 sendok x Rp 2000,00 = Rp 16.000,00/satu toples/satu minggu

Jadi jika anda mempunyai contoh 50 toples saja atau lebih, bisa anda bayangkan hasilnya. Lumayan bukan ?????

Jadi bila ada pernyataan budidaya tanpa ratu itu tidak dapat menghasilkan, itu tidak dibenarkan.


JIKA MEMBUTUHKAN BANTUAN KAMI DALAM  HAL INI HUBUNGI NOMER INI : 082223333769
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: BUDIDAYA SEMUT KROTO TANPA RATU
Ditulis oleh Faizal Jatmiko
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://semutkrototemanggung.blogspot.com/2013/06/budidaya-semut-kroto-tanpa-ratu.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.
13 Komentar di Blogger
Silahkan Berkomentar Melalui Akun Facebook Anda
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda

13 komentar:

Pak Anto mengatakan...

Hati hati ini bisnis bisa jadi abal2 .sy sudah 6 bln budidaya ngga ada telur tapi malah menghilang ngga tentu rimbanya . budidaya ini bagi saya sulit luarbiasa ketika kita mulai kearah panen telur kroto . jika anda ingin membeli bibit semut tanya dulu sumber nya sdh panen kroto ato belum. Untuk budidaya memperbanyak bibit kroto mungkin sulit tapi masih bisa dilakukn tapi Biasanya setelah budidaya telur kroto alias setelah diambil krotonya semut pada bubar nggak tahu kemana ,ini pengalaman pribadi lho klo ada pembudi daya yg sudah panen telur kroto secara kontinyu tolong sharing saya ,krn ada badan usaha dibidang pemberdayaan masyarakat yg sangat membutuhkan nya. Kesuksesan anda dibutuhkan masyarakat. Sekali lagi jika anda sudah panen telur kroto secara kontinyu bukan sekedar budidaya memperbanyak bibit semut kroto . Hub ke e-mail miskroto@hotmail.com

Admin mengatakan...

@Pak anto YTH :

Salam Hormat dan salam Sejahtera Gan...

Malam karena saat saya membaca komentar di blog yang langsung diteruskan di email saya Bp Anto sebutan bapak sebagai perkenalan, namun menyikapi email dari bapak suatu tantangan tersendiri yang mana kita harus tahu dulu bp itu belajar otodidak atau ikut pelatihan atau cari ilmu via GOOGLE karena penerapan yang sifatnya otodidak menurut saya lbh efektif karena banyak belajar dari pengalaman yang tentunya sebagai guru yang mumpuni karena banyak jatuh dan bangun dari semua metode yang dilakukan untuk penyempurnaan pengembangan semut dan krotonya tersendiri.

Saya peternak sudah 2,5Th yang lalu dari Kota Temanggung yang notabanenya dari keluarga Petani yang belajar ternak kroto karena membaca situasi pasar yang saat itu butuh kroto, dimana ada kemauan disitu ada jalan Riset baik Pikiran, Tenaga dan Waktu pun saya berikan untuk ternak kroto. pengembang dari yang tanpa Ratu menjadi Bisa mempunyai ratu tentunya perjalanan panjang dan waktu bagi semut itu sendiri untuk bisa berevolusi namun pada dasarnya ternak tanpa Ratu bisa namun bermain Kroto tentunya bermain jumlah bibit yang ujung2nya hasil akhir yaitu kiloan yang siap dijual.

Peternakan saya mempunyai bbrp tempat yang mana di pegang oleh kelompok petani seangkatan saya yang memang berjuang dari awal alhamdulillah kami bisa memenuhi kebutuhan bibit dan kroto, tentang kebutuhan kroto sebenarnya di berikan pada dua pengepul besar saja sudah tidak bingung harus buang dimana karena hasil kroto ini memang sistem monopoli jadi ketika hanya dua orang pengepul sdh bisa memenuhi kebutuhan dibawa kemana hasil kroto ini kami pun tidak bisa lagi mensupply pengepul yang lain karena kapasitas yang ada sudah maksimal dari kami. mungkin dari saya sedikit gambaran bahwa kroto ini tetap masih menjanjikan namun banyak yang gagal karena kurang mencintai, telaten, sabar dan kurang bisa mendedikasikan diri sepenuhnya pada suatu bidang karena pada intinya tidak ada yang instan tanpa kerja keras.

Salam Admin www.semutkrototemanggung.blogspot.com

Ada kekurangan telp saja 082223333769

faizal Reza mengatakan...

untuk kali ini saya setuju sama admin meskipun kami membuat bibit itu dengan ratu... tapi perlu digaris bawahi bahwa Budidaya tanpa ratupun itu bisa dilakukan tapi hasil kurang (berbeda dengan budidaya dengan Ratu)... saya bisa buktikan bahwa budidaya tanpa ratu itu bisa menghasilkan kroto... tapi harus ada keuntungan buat kami bukan hanya hasil krotonya (karna ini bisnis) ... terima kasih salam dari Kroto Farm

Ardan Pitruwandana mengatakan...

salam laskar kroto,,,
admin yang saya hormati, setahun sudah saya berkeinginan berternak semut kroto, tetapi saya kurang pengetahuan tentang semut ini,jadi mohon carikan orang baik yang mau memberi saya permodalan, saya ada di sudut kumuh kota jakarta,berharap orang orang seperti kami diberi kepercayaan,untuk brbisnis bagi hasil,separuh untuk pemodal, separuh untuk anak anak kami makan dan mengenyam pendidikan yang layak, terima kasih, admin yang terhormat,(081314799965,lutfi)

Ardan Pitruwandana mengatakan...

salam laskar kroto,,,
admin yang saya hormati, setahun sudah saya berkeinginan berternak semut kroto, tetapi saya kurang pengetahuan tentang semut ini,jadi mohon carikan orang baik yang mau memberi saya permodalan, saya ada di sudut kumuh kota jakarta,berharap orang orang seperti kami diberi kepercayaan,untuk brbisnis bagi hasil,separuh untuk pemodal, separuh untuk anak anak kami makan dan mengenyam pendidikan yang layak, terima kasih, admin yang terhormat,(081314799965,lutfi)

Ardan Pitruwandana mengatakan...

salam laskar kroto,,,
admin yang saya hormati, setahun sudah saya berkeinginan berternak semut kroto, tetapi saya kurang pengetahuan tentang semut ini,jadi mohon carikan orang baik yang mau memberi saya permodalan, saya ada di sudut kumuh kota jakarta,berharap orang orang seperti kami diberi kepercayaan,untuk brbisnis bagi hasil,separuh untuk pemodal, separuh untuk anak anak kami makan dan mengenyam pendidikan yang layak, terima kasih, admin yang terhormat,(081314799965,lutfi)

Ardan Pitruwandana mengatakan...

salam laskar kroto,,,
admin yang saya hormati, setahun sudah saya berkeinginan berternak semut kroto, tetapi saya kurang pengetahuan tentang semut ini,jadi mohon carikan orang baik yang mau memberi saya permodalan, saya ada di sudut kumuh kota jakarta,berharap orang orang seperti kami diberi kepercayaan,untuk brbisnis bagi hasil,separuh untuk pemodal, separuh untuk anak anak kami makan dan mengenyam pendidikan yang layak, terima kasih, admin yang terhormat,(081314799965,lutfi)

Ardan Pitruwandana mengatakan...

salam laskar kroto,,,
admin yang saya hormati, setahun sudah saya berkeinginan berternak semut kroto, tetapi saya kurang pengetahuan tentang semut ini,jadi mohon carikan orang baik yang mau memberi saya permodalan, saya ada di sudut kumuh kota jakarta,berharap orang orang seperti kami diberi kepercayaan,untuk brbisnis bagi hasil,separuh untuk pemodal, separuh untuk anak anak kami makan dan mengenyam pendidikan yang layak, terima kasih, admin yang terhormat,(081314799965,lutfi)

Ardan Pitruwandana mengatakan...

salam laskar kroto,,,
admin yang saya hormati, setahun sudah saya berkeinginan berternak semut kroto, tetapi saya kurang pengetahuan tentang semut ini,jadi mohon carikan orang baik yang mau memberi saya permodalan, saya ada di sudut kumuh kota jakarta,berharap orang orang seperti kami diberi kepercayaan,untuk brbisnis bagi hasil,separuh untuk pemodal, separuh untuk anak anak kami makan dan mengenyam pendidikan yang layak, terima kasih, admin yang terhormat,(081314799965,lutfi)

ahmadsalamudin mengatakan...

Misi om admin..
Meski sudah di kasih makan dan minum yg cukup tpi rang rang nya dah satu bulan g menghasil kan kroto.yg ada rang rang nya berjatuhan ke bwah ember isi oli..jadi gmana cara mengatasinya tolong dbantu y. Thank.

Anonim mengatakan...

Mumet mumeti nemen sih,dilakoni Bae disiT

Anonim mengatakan...

Saya sudah satu bulan lebih mencoba beternak Rang rang, yang bibitnya diambil dari dua pohon yang berdekatan, saya ambil sarang sarang yang paling bawah, entah itu ada ratunya entah itu tidak, soalnya sarang tak pernah dikutak katik. Saya ambil dari pohon lalu dimasukan ke Toples beserta sarangnya. Saya bawa pake speda motor malam hari, yang jaraknya 150 Km dari kebun ke rumah ( diperjalanan tak ada masalah ) Setelah sampai di rumah, toples diletakan diatas rak yang sudah disesuaikan.
Sebagian toples disimpan di rak paling bawah dan sebagian lagi disimpan di rak bagian atas, tiap hari dikasih pakan dan air gula.
di hari pertama sampai beberapa hari tak ada masalah, cuma si semut kelayapan bercampur sama penduduk kedua rak tersebut. tak berantem (mungkin masih satu partai dari pohon habitatnya). tapi ada segerombolan semut yang mencoba mau menyebarang melalui kaki rak yang sudah direndam air, tapi tak sampai bisa nyebrang, soalnya keburu ketahuan sama saya dan dihalau dengan cara ditiup tiup, semutnya pada bubar.
Beberapa hari kemudian kira kira pk 11:00 waktu saya tengok rak, eeeeh........... ada semut rang rang convoy keluar dari kolong rak menuju pohon terdekat, begitu Saya melihat ke kolong rak, ternyata para tahanan tersebut melarikan diri menggunakan bekas sarang laba laba yang telah mereka modifikasi dijadikan alat untuk bergelayutan ke bawah. (dasar memang jenis semut pintar).
Setelah diselidiki, ternyata yang melarikan diri adalah penduduk yang diletakan di rak bawah, sedangkan yang di rak atas tak ikutan kabur....
malah yang di rak atas, sekarang dah mulai membuat sarang didalam toples dan menempelkan telur telurnya di dinding toples.
Dan bagi para semut yang melarikan diri, tak saya kejar, toh walaupun ditangkap dan dikembalikan lagi ke rak semula, kemungkinan nanti mereka akan jadi Provokator untuk melarikan diri kepada yang lainnya.

Anonim mengatakan...

Dari kebun ke rumah 150Km? Kayak jarak Jakarta-Bandung.

Poskan Komentar

SEGALA BENTUK IKLAN/SPAM DAN INFORMASI YANG TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN AKAN DIHAPUS. Bila anda suka dan mendapatkan informasi yang sangat membantu LIKE FANSPAGE kami di www.fb.com/semutkrototemanggung

Jasa Toko Online support Jasa iklan - Original design by Miko | Copyright of Semut Kroto Temanggung.